HUBUNGAN PENYAKIT INFEKSI DAN PELAYANAN KESEHATAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA GUE GAJAH KABUPATEN ACEH BESAR
DOI:
https://doi.org/10.30867/journalseulanga.v2i2.1207Kata Kunci:
Penyakit Infeksi, Pelayanan Kesehatan, Status GiziAbstrak
Problem gizi dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Berbagai efek buruk yang ditimbulkan dapat berlangsung dalam jangka waktu panjang, seperti penurunan kekebalan tubuh sehingga mudah sakit, menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar, dan risiko tinggi untuk diabetes, stroke, kanker, obesitas, penyakit jantung dan pembuluh darah, dan disabilitas pada usia tua, serta kualitas kerja yang rendah dan mengakibatkan penurunan produktivitas ekonomi. Selain itu, efek jangka pendek, seperti penurunan kekebalan tubuh, dapat menyebabkan sakit yang lebih (Ambarwati & Hastono, 2020). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan penyakit infeksi dan pelayanan Kesehatan dengan status gizi balita di Desa Gue Gajah Kabupaten Aceh Besar. Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan cross sectional study. Responden dalam penelitian adalah balita usia 12-59 bulan di Desa Gue Gajah Aceh Besar sebanyak 31 balita Analisa univariat dan bivariat menggunakan uji chisquare. Hasil Penelitian : Terdapat hubungan penyakit infeksi terhadap status gizi balita dengan p value 0.03, ada hubungan pelayanaan kesehatan terhadap status gizi balita dengan p value 0.04. Kesimpulan dan Saran: Terdapat hubungan penyakit infeksi, pelayanaan kesehatan dan pengetahuan dengan status gizi. Diharapkan masyarakat lebih memahami status gizi balita untuk meningkatkan kesadaran keluarga tentang pentingnya menjaga kesehatan mereka.
Referensi
Ambarwati, R., & Hastono, S. P. 2020. Pemodelan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Balita Gizi Buruk di Provinsi Jawa Barat Tahun 2017 dengan Pendekatan Spatial Autoregressive Model (SAR). Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(02), 121–128. https://doi.org/10.33221/jikm.v9i02.507.
Kementerian Kesehatan RI. 2018. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI
Menteri Kesehatan RI. Buku saku hasil studi status gizi indonesia (SSGI) tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota tahun 2021. Menteri Kesehatan RI; 2019.
Oetomo, B. S. (2018). Cegah Stunting itu Penting. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
Nilma, & Mona, S. 2019. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Buruk Pada Balita Di Kelurahan Sei.Lakam Barat Kecamatan Karimun Kabupaten Karimun. Zona Kebidanan Universitas Batam, 10(1), 12– 20
Ningsi, S., & Risma. (2017). Hubungan Penyakit Infeksi dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Anreapi Kabupaten Polewali Mandar. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3(1), 44–57.
Sianti. Status Gizi Balita Pada Massa Pandemi. MSI. Yogyakarta. 2020.
Septikasari, Mayestika. Status gizi anak dan factor yang mempengaruhinya. Uni pres. Yogyakarta. 2018.
Suhartatik, & Al Faiqoh. (2022). Peran Kader Posyandu dalam Pemantauan Status Gizi Balita: Literature Review. Jurnal Kesehatan, (2), 145-153. https://ojs.unsulbar.ac.id/index.php/j-healt/article/view/1573
Ristanti, E., Harahap, P. S., & Subakir. (2020). Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Paal V Kota Jambi. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 6(2), 742–753.
