Pemanfaatan Kacang Hijau sebagai Bahan Pangan Lokal untuk Mengatasi Anemia pada Remaja Putri

Penulis

  • Rahma H. Manay Universitas Kurnia Jaya Persada
  • Maghfira Idrus Universitas Kurnia Jaya Persada

Kata Kunci:

Anemia, Kacang Hijau, Remaja Putri

Abstrak

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, gangguan kognitif, dan penurunan produktivitas. Salah satu upaya pencegahan anemia dapat dilakukan melalui pendekatan nonfarmakologis dengan pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh, seperti kacang hijau. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia serta pemanfaatan kacang hijau sebagai alternatif bahan pangan lokal dalam pencegahan dan penanggulangan anemia. Kegiatan dilaksanakan di Desa Ra’u melalui penyuluhan kesehatan yang melibatkan dosen lintas program studi, mahasiswa, bidan desa, dan kader posyandu remaja. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif menggunakan media PowerPoint, diskusi, tanya jawab, serta demonstrasi pengolahan kacang hijau. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk menilai perubahan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan sebagian besar peserta belum memahami manfaat kacang hijau dalam pencegahan anemia. Setelah penyuluhan, sekitar 90% peserta mampu menjelaskan pengertian anemia, kadar hemoglobin normal pada remaja, penyebab dan gejala anemia, serta manfaat konsumsi kacang hijau. Selain itu, antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan, terutama saat demonstrasi pengolahan kacang hijau. Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan berbasis pangan lokal efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri dan berpotensi mendorong perubahan perilaku dalam upaya pencegahan anemia secara berkelanjutan.

Referensi

Amalia, N. R., Jamil, M. U., Dewi, H. A., & Hidayatulloh, A. I. (2024). Analisis Pengetahuan Remaja Putri tentang Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Anyar. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal), 9(1), 311–320.

Bavishi, P., Birnhak, A., Gaughan, J., Mitchell-Williams, J., & Phadtare, S. (2022). Active Learning: A Shift from Passive Learning to Student Engagement Improves Understanding and Contextualization of Nutrition and Community Health. Education Sciences, 12(7), 430. https://doi.org/10.3390/educsci12070430

Keller, A. O., St. Arnold Bell, L., & Haglund, K. (2025). Engaging a Community-Academic Partnership to Implement Community-Driven Solutions. Preventing Chronic Disease, 22, 240334. https://doi.org/10.5888/pcd22.240334

Kesehatan, K. (2023). Survey Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dalam angka.

Manay, R. H., & S, K. (2024). Indonesian Journal of Global Health Research NUTRITIONAL ANALYSIS OF SEAWEED CHIPS AS AN EFFORT TO REDUCE. Indonesian Journal of Global Health Research, 6(October), 315–320.

Mutiara Rini Selviana, & Rina Sri Widayati. (2024). Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Menggala. Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 2(3), 140–148. https://doi.org/10.55606/detector.v2i3.4156

Rahman, R. A., & Fajar, N. A. (2024). Analisis Faktor Risiko Kejadian Anemia pada Remaja Putri: Literatur Review. Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health), 10(1), 133–140. https://doi.org/10.25311/keskom.vol10.iss1.1403

Winurini, S. (2025). Anemia dan Kebiasaan Makan Remaja Putri di Indonesia. Analisis Strategi Terhadao Isu AKtual Info Singkat, 17(3), 1–5.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-31

Terbitan

Bagian

Articles