Penerapan Terapi Akupunktur sebagai Terapi Komplementer dalam Menurunkan Nyeri Muskuloskeletal pada Masyarakat Usia Produktif di Desa Cadek
DOI:
https://doi.org/10.30867/geulayang.v3i4.1252Kata Kunci:
akupunktur, terapi komplementer, nyeri muskuloskeletal, usia produktifAbstrak
Nyeri muskuloskeletal merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada masyarakat usia produktif dan memiliki dampak signifikan terhadap aktivitas sehari-hari, produktivitas kerja, serta kualitas hidup. Sebagian besar kasus nyeri muskuloskeletal berkaitan dengan beban kerja fisik, gerakan berulang, dan postur kerja yang tidak ergonomis. Penatalaksanaan nyeri secara farmakologis masih sering digunakan, namun penggunaan jangka panjang berpotensi menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan nonfarmakologis yang bersifat komplementer sebagai alternatif dalam pengelolaan nyeri.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan terapi akupunktur sebagai terapi komplementer dalam menurunkan nyeri muskuloskeletal pada masyarakat usia produktif di Provinsi Aceh. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan pelayanan kesehatan dan edukasi, dengan melibatkan peserta usia produktif yang mengalami keluhan nyeri muskuloskeletal. Terapi akupunktur diberikan oleh praktisi terlatih menggunakan jarum steril sekali pakai pada titik-titik akupunktur yang disesuaikan dengan keluhan nyeri peserta. Intensitas nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri pada sebagian besar peserta setelah mendapatkan terapi akupunktur. Peserta juga melaporkan adanya relaksasi otot dan peningkatan rasa nyaman setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi akupunktur dapat diterapkan secara efektif sebagai pendekatan komplementer yang aman dan nonfarmakologis dalam pengelolaan nyeri muskuloskeletal di masyarakat.
Kesimpulannya, penerapan terapi akupunktur dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat berpotensi menurunkan nyeri muskuloskeletal serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat usia produktif. Implementasi secara berkelanjutan dan integrasi layanan akupunktur dengan pelayanan kesehatan primer direkomendasikan untuk mendukung pengelolaan nyeri secara holistik di masyarakat.
Referensi
Ang, B. O., Linton, S. J., & Härenstam, A. (2025). Musculoskeletal pain and work-related factors among the working population. Journal of Occupational Health, 67(1), 1–10.
Bevan, S. (2023). Economic impact of musculoskeletal disorders on workers and productivity. Best Practice & Research Clinical Rheumatology, 37(2), 101–112.
Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh. (2022). Keadaan ketenagakerjaan Provinsi Aceh. Banda Aceh: BPS Aceh
BMC Complementary Medicine and Therapies. (2025). Clinical practice guidelines and evidence update on acupuncture for musculoskeletal pain. BMC Complementary Medicine and Therapies, 25(1), 1–15.
Chen, Y., Wang, Y., Li, J., Zhang, X., & Wang, L. (2024). Effectiveness of acupuncture on musculoskeletal pain: An updated meta-analysis. Pain Research and Management, 2024, 1–12.Joint National Comittee 8. (n.d.). JNC 8: Hypertension.
Cieza, A., Causey, K., Kamenov, K., Hanson, S. W., Chatterji, S., & Vos, T. (2021). Global estimates of the need for rehabilitation based on the global burden of disease study. The Lancet, 396(10267), 2006–2017.
Riansyah, F., Ramadana, V. S., Farida, E. K., & Fajriansyah, F. (2025). Keberlangsungan Dukungan Keluarga Dengan Peningkatan Pengobatan Tbc Di Uptd Puskesmas Langkahan. Teewan Journal Solutions, 2(3), 108-116.
Riansyah, F., Utama, R. J., & Musdiani, M. (2023). Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Guna Mencegah Terjadi nya Penyakit menular Pada Masyarakat Tibang. Geulayang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 34-39.
Riansyah, F., Putra, E., Yanti, F., Abdullah, M., Desikaliana, D., & Halizah, A. N. (2023). Analysis of coping mechanisms and quality of life in menopause women in Kaye Lee village, Ingin Jaya district, Aceh Besar district. In International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH) (pp. 1467-1475).
Frontiers in Neurology. (2024). Acupuncture and neuromodulation mechanisms in chronic musculoskeletal pain. Frontiers in Neurology, 15, 1–11.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Kemenkes RI
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. (2020). Panduan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jakarta: Kemenristekdikti
Liu, L., Skinner, M., McDonough, S., & Baxter, G. D. (2022). Acupuncture for chronic musculoskeletal pain: Evidence from systematic reviews. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2022, 1–12.
Nicholas, M. K., Vlaeyen, J. W. S., Rief, W., et al. (2021). The biopsychosocial model of chronic pain. Pain, 162(1), 1–7
Vickers, A. J., Vertosick, E. A., Lewith, G., MacPherson, H., Foster, N. E., Sherman, K. J., & Linde, K. (2023). Acupuncture for chronic pain: An updated individual patient data meta-analysis. The Journal of Pain, 24(2), 215–230.
World Health Organization. (2019). Musculoskeletal conditions. Geneva: World Health Organization.











