Pelayanan Kesehatan Bagi Korban Bencana Hidrometeorologi Aceh Tahun 2025 di Kecamatan Bintang, Takengon, Aceh Tengah
DOI:
https://doi.org/10.30867/geulayang.v3i4.1253Keywords:
Bencana Hidrometeorologi; Pelayanan Kesehatan Dasar; Pengabdian Masyarakat; Promosi Kesehatan; Ketangguhan MasyarakatAbstract
Bencana hidrometeorologi merupakan salah satu bencana yang paling sering terjadi di Indonesia dan menimbulkan dampak multidimensional, khususnya terhadap kesehatan masyarakat. Provinsi Aceh, termasuk Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap kejadian banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem akibat kondisi geografis dan klimatologis wilayahnya. Dampak bencana tersebut tidak hanya berupa kerusakan lingkungan dan infrastruktur, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, terutama pada kelompok rentan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat terdampak bencana serta memperkuat kapasitas masyarakat dalam menjaga kesehatan pascabencana melalui pendekatan promotif dan preventif. Metode pelaksanaan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pemberian pengobatan dasar, rujukan kasus yang memerlukan penanganan lanjutan, serta edukasi kesehatan terkait perilaku hidup bersih dan sehat, sanitasi lingkungan, pencegahan penyakit menular, gizi kelompok rentan, dan dukungan kesehatan psikososial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap upaya pemeliharaan kesehatan pascabencana serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pencegahan masalah kesehatan. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat sinergi antara tenaga kesehatan, aparatur desa, dan masyarakat guna meningkatkan ketangguhan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
References
1. Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Indeks Risiko Bencana Indonesia. Jakarta: BNPB; 2022.
2. Riansyah, F., Saputra, I., & Halizasia, G. (2023). Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Brand Image Rumah Sakit Umum Sakinah Lhoksemawe, Aceh. Teewan Journal Solutions, 1(1), 36-42.
3. Riansyah, F. (2025). Development of an Android-Based Financial Recording and Stock Checking Application for LHJ Kue Cake Shop. KALBISIANA Jurnal Sains, Bisnis dan Teknologi, 11(2), 175-184.
4. Riansyah, F., Utama, R. J., & Musdiani, M. (2023). Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Guna Mencegah Terjadi nya Penyakit menular Pada Masyarakat Tibang. Geulayang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 34-39.
5. United Nations Office for Disaster Risk Reduction. Global Assessment Report on Disaster Risk Reduction. Geneva: UNDRR; 2019.
6. World Health Organization. Operational Framework for Building Climate Resilient Health Systems. Geneva: WHO; 2020.
7. World Health Organization. Health Emergency and Disaster Risk Management Framework. Geneva: WHO; 2021.
8. Halimatussakdiah, H., Lestari, K. P., & Hamidah, H. (2023). Penerapan Oketani Breast Massage (OBM) pada ibu postpartum dengan pendekatan Evidence Based Nursing Practice (EBNP). Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan, 4(2), 252-262.
9. Halimatussakdiah, H., Abdurrahman, A., Mutiah, C., & Veri, N. (2024). Pengembangan Desa Sehat Ibu dan Remaja Putri (Bu_Retri) dengan Pendekatan Tokoh Gampong. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 7(12), 5293-5307.
10. Halimatussakdiah, H. (2021). Tryout Uji Kompetensi; Cross-sectional Study pada Mahasiswa Diploma III Keperawatan di Banda Aceh. NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah, 14(2), 112-122.
11. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelayanan Kesehatan pada Situasi Bencana. Jakarta: Kemenkes RI; 2022.
12. Susanto H, Nugroho A. Dampak bencana hidrometeorologi terhadap kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2020;15(2):123–131.
13. United Nations Children’s Fund. Water, Sanitation and Hygiene in Emergency Situations. New York: UNICEF; 2020.
14. Centers for Disease Control and Prevention. Public Health Emergency Preparedness and Response. Atlanta: CDC; 2021.
15. Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Pedoman Penanganan Kesehatan Pascabencana. Jakarta: BNPB; 2023.











