Pengaruh Konsentrasi Colloidal Silicon Dioxide Terhadap Kadar Total Flavonoid dan Karakteristik Fisik Dari Ekstrak Kering Daun Kelor (Moringa oleifera L.)
DOI:
https://doi.org/10.30867/jifs.v6i1.1049Keywords:
colloidal silicone dioxide, Daun kelor, Ekstrak Kering, Kandungan Total FlavonoidAbstract
Daun kelor dipilih pada penelitian ini karena kandungan flavonoidnya, terutama kuersetin, yang dikenal sebagai antioksidan yang kuat dan memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai tingkat konsentrasi eksipien pengeringan, khususnya colloidal silicon dioxide (CSD), terhadap kandungan flavonoid total ekstrak daun Moringa oleifera L. Metode ekstraksi yang digunakan adalah Heat Assisted Extraction (HAE) dengan etanol 96%. Ekstrak daun kelor kemudian dikeringkan dengan menggunakan CSD dengan berbagai konsentrasi (1:1, 1:2, dan 2:1). Parameter yang diuji meliputi kadar flavonoid total, loss on drying (LOD), kompresibilitas, dan sudut diam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi CSD secara signifikan mempengaruhi karakteristik fisik dan kimia bubuk daun kelor. Perbandingan CSD 2:1 menghasilkan kandungan flavonoid total tertinggi yaitu 421,52 mgQE/g, sedangkan LOD terendah juga ditemukan pada perbandingan 2:1. Penggunaan CSD sebagai eksipien pengeringan meningkatkan stabilitas serbuk, dengan kemampuan alir dan kompresibilitas yang baik, meskipun kadar air tetap relatif tinggi. Penelitian ini memberikan wawasan baru dalam formulasi bubuk daun kelor untuk aplikasi farmasi dan fitokimia yang lebih stabil dan efisien.













