Karakteristik Fisik Lilin Aromaterapi Dari Minyak Atsiri Sirih (Piper betle) dan Jeruk Purut (Citrus hystrix)
DOI:
https://doi.org/10.30867/jifs.v6i1.900Keywords:
Lilin Aromaterapi, Sirih, Jeruk Purut, Minyak AtsiriAbstract
Lilin aromaterapi merupakan lilin yang dibuat dengan penambahan minyak atsiri untuk memberikan aroma yang menenangkan atau menyegarkan. Daun sirih dan daun jeruk purut merupakan simplisia penghasil minyak atsiri yang memiliki aroma khas sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan pewangi lilin aromaterapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan senyawa kimia minyak atsiri daun sirih dan jeruk purut menggunakan metode GC-MS serta memformulasikannya dalam dua sediaan lilin aromaterapi, yaitu F1 (minyak atsiri sirih) dan F2 (minyak atsiri jeruk purut). Evaluasi fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptis, titik leleh, dan waktu bakar. Hasil GC-MS menunjukkan bahwa minyak atsiri sirih mengandung 17 senyawa dengan komponen utama eugenol (48,61%), sedangkan minyak atsiri jeruk purut mengandung 12 senyawa dengan citronellal sebagai komponen dominan (66,03%). Lilin aromaterapi yang dihasilkan memiliki aroma khas sesuai minyak atsiri yang digunakan serta warna putih kekuningan sesuai standar SNI untuk lilin. Waktu bakar yang diperoleh adalah 7 jam 35 menit untuk F1 dan 7 jam 45 menit untuk F2, sedangkan titik leleh diperoleh pada 51°C dan 52°C. Hasil ini menunjukkan bahwa minyak atsiri sirih dan jeruk purut dapat diformulasikan dengan baik sebagai lilin aromaterapi.












