Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur Sebagai Biokoagulan Limbah Farmasi Dengan Response Surface Methodology
DOI:
https://doi.org/10.30867/jifs.v6i1.1070Kata Kunci:
Limbah, , β-Laktam, Cangkang Telur, RSMAbstrak
Limbah yang mengandung cincin β-laktam dapat menimbulkan dampak jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan, terutama melalui peningkatan resistensi antibiotik yang berpotensi mengancam kesehatan publik. Oleh karena itu, diperlukan adanya proses pengolahan terlebih dahulu sebelum limbah tersebut dibuang ke lingkungan. Pengolahan limbah umumnya memanfaatkan senyawa kimia sebagai koagulan, namun penggunaan senyawa tersebut memiliki potensi menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem, seperti toksisitas dan akumulasi residu. Berdasarkan penelitian sebelumnya, cangkang telur memiliki karakteristik basa serta kandungan kalsium karbonat yang tinggi, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai biokoagulan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan koagulan kimia yang tersedia di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimal suhu dan waktu pemanasan cangkang telur dalam meningkatkan efektivitasnya, tidak hanya sebagai koagulan, tetapi juga sebagai agen pemecah cincin β-laktam. Proses optimasi dilakukan menggunakan perangkat lunak Minitab 21 dengan metode Response Surface Methodology (RSM) dan model Central Composite Design (CCD) untuk menganalisis pengaruh variabel pemanasan terhadap kinerja koagulasi. Hasil optimasi menunjukkan bahwa kondisi pemanasan optimal cangkang telur ayam diperoleh pada suhu 662 °C selama 6,6 jam, dengan prediksi penurunan Total Dissolved Solids (TDS) hingga 1.342 µg/mL dan Total Suspended Solids (TSS) sebesar 211 µg/mL.Unduhan
Diterbitkan
2026-06-24
Cara Mengutip
Gumilar, A., Yasmin Danuwinata, A., & Ibrahim, S. (2026). Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur Sebagai Biokoagulan Limbah Farmasi Dengan Response Surface Methodology. JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA, 6(1), 130–145. https://doi.org/10.30867/jifs.v6i1.1070
Terbitan
Bagian
Original Research










