Pemanfaatan Cangkang Telur sebagai Biokoagulan Limbah Cair Amoksisilin dengan Pendekatan Response Surface Methodology
DOI:
https://doi.org/10.30867/jifs.v6i1.1070Keywords:
Limbah, , β-Laktam, Cangkang Telur, RSMAbstract
Limbah cair amoksisilin berpotensi memicu resistensi antibiotik sehingga memerlukan pengolahan yang aman. Cangkang telur yang kaya kalsium karbonat dapat dimanfaatkan sebagai biokoagulan alternatif pengganti koagulan kimia yang berpotensi toksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi suhu dan waktu pemanasan cangkang telur sebagai biokoagulan pada pengolahan limbah cair amoksisilin menggunakan pendekatan Response Surface Methodology (RSM). Desain percobaan menggunakan Central Composite Design (CCD) dengan 13 titik percobaan untuk menguji dua variabel bebas, yaitu suhu dan waktu pemanasan. Serbuk cangkang telur hasil pemanasan diaplikasikan pada limbah buatan amoksisilin melalui pengadukan 150 rpm selama 15 menit dan waktu pengendapan 30 menit. Variabel respon yang dianalisis meliputi penurunan kadar amoksisilin menggunakan spektrofotometri UV-Vis, Total Dissolved Solids (TDS), dan Total Suspended Solids (TSS), serta uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT) untuk mengonfirmasi pemecahan cincin β-laktam. Hasil analisis RSM menunjukkan bahwa pemanfaatan cangkang telur sebagai biokoagulan mencapai kondisi optimum pada suhu pemanasan 662 °C selama 6,6 jam. Pada kondisi tersebut hasil KLT menunjukan bahwa tidak terdapat amoksisilin dalam limbah, serta memprediksi penurunan TDS hingga 1.342 µg/mL dan TSS sebesar 211 µg/mL. Hal ini menegaskan bahwa perlakuan termal pada cangkang telur terbukti efektif meningkatkan kinerjanya sebagai biokoagulan limbah cair amoksisilin.












