Efektivitas Antibakteri Facial Wash Ekstrak Gliserin Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) terhadap Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa

Authors

  • Benediktus Erik Kurniawan Universitas Gadjah Mada
  • Rarastoeti Pratiwi Universitas Gadjah Mada
  • Mutia Cahya Ningrum CV Madana Central Cosmetics
  • Sari Darmasiwi Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.30867/jifs.v6i1.1311

Keywords:

antibakteri, bunga telang, facial wash, gliserin, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) memiliki potensi sebagai agen antibakteri dalam sediaan facial wash, salah satunya melalui penggunaan gliserin sebagai pelarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri sediaan facial wash berbasis ekstrak gliserin bunga telang terhadap bakteri uji Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa, serta menguji mutu fisikokimiawi dan hedoniknya. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi berbantuan ultrasonik menggunakan pelarut gliserin:air (1:1). Sediaan facial wash dibuat dengan menambahkan variasi ekstrak gliserin bunga telang pada konsentrasi 0% (F0); 0,5% (F1); 1% (F2); 2% (F3); dan 4% (F4). Uji antibakteri dilakukan dengan difusi sumuran dan microplate broth assay terhadap S. aureus dan P. aeruginosa. Evaluasi mutu fisikokimia meliputi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, serta tinggi dan stabilitas busa, dilanjutkan dengan uji hedonik terhadap 10 panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F4 memiliki kemampuan antibakteri tertinggi dibandingkan formula lainnya. Formula F4 menunjukkan diameter zona hambat 9,10 ± 0,14 mm pada S. aureus dan 9,65 ± 0,42 mm pada P. aeruginosa, sedangkan optical density (OD) F4 pada S. aureus adalah 0,107 ± 0,18 dan 0,001 ± 0,00 pada P. aeruginosa. Pada P. aeruginosa, nilai OD dari F3 (0,002 ± 0,00) sudah berbeda signifikan dibandingkan F0 (0,012 ± 0,00). Facial wash dengan penambahan ekstrak gliserin bunga telang memenuhi SNI dengan karakteristik warna biru, aroma ringan-sedang, tekstur cair, pH 5,87–6,53, viskositas 851–1149 mPa.s, serta tinggi busa 73–82 mm dengan stabilitas di atas 82,68%. Di sisi lain, F3 adalah formula yang paling disukai panelis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah formula F4 memberikan efektivitas antibakteri tertinggi pada kedua bakteri uji, serta sediaan facial wash yang dihasilkan telah memenuhi persyaratan mutu fisikokimia SNI dan disukai oleh panelis.

Downloads

Published

24-06-2026

How to Cite

Kurniawan, B. E., Pratiwi, R., Ningrum, M. C., & Darmasiwi, S. (2026). Efektivitas Antibakteri Facial Wash Ekstrak Gliserin Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) terhadap Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa . JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA, 6(1), 146–161. https://doi.org/10.30867/jifs.v6i1.1311

Issue

Section

Original Research