Studi Molecular Docking, Prediksi Bioavailabilitas dan Toksisitas Senyawa Kimia dari Fibraurea tinctoria Lour sebagai Antidiabetes

Authors

  • Yasin Aey Fadilah Universitas Pancasila
  • Ratna Djamil Universitas Pancasila, Daerah Khusus Jakarta
  • Chaidir Badan Riset dan Inovasi Nasional, Daerah Khusus Jakarta
  • Siswandono Fakultas Farmasi Universitas Airlangga

DOI:

https://doi.org/10.30867/jifs.v6i1.1265

Keywords:

Antidiabetes, Docking, n-silico, Molegro, Fibraurea tinctoria Lour

Abstract

Fibraurea tinctoria Lour digunakan sebagai obat tradisional dalam penyembuhan berbagai penyakit, salah satunya adalah penyakit diabetes namun mekanisme kerja dari senyawa ekstrak yang dihasilkan masih belum jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa ekstrak  dan memprediksi senyawa yang berkhasiat sebagai antidiabetes dengan metode in-silico menggunakan perangkat lunak Molegro Virtual Docking. Docking dilakukan terhadap 16 senyawa uji dalam ekstrak etanol Fibraurea tinctoria Lour yaitu (3α,4β,5α)-4,5-Dihydro-4,5-dimethyl-3-(1-pyrrolyl)-furan-2(3H)-one, 1-Ethyl-4,8-dimethoxy-β-carboline, 5-Hydroxy-2-hydroxymethylpyridine,  6-Hydroxydendrobine,  6-Methoxyisodictamnine, Aristolactam A Ⅱ, Chelidonine, Coclaurine, Corycavine, d-Corynoline, Dehydrocorydaline, Demethylcoclaurine, Didehydrotubero-stemonine, Dihydrogentianine, d-Lirioferine (Lirioferine), Ephedradine B  serta senyawa pembanding Vildagliptin (PDB :6B1E). Dari 16 senyawa uji, Ephedradin B diprediksi memiliki aktivitas sebagai antidiabetes yang bekerja sebagai penghambat enzim DPP4 dengan nilai rerank score menjadi -96,8955 kcal/mol dengan aktivitas lebih baik dibandingkan obat Vildagliptin dengan nilai rerank score -87,6954 kcal/mol dan 15 senyawa lainnya. Ephedradin B diprediksi memiliki bioavailabilitas rendah karena memiliki bobot molekul senyawa tersebut lebih dari 500. Sedangkan hasil prediksi toksisitas berdasarkan AMES tidak bersifat mutagenik ataupun karsinogenik. Senyawa ini memiliki batas dosis terapeutik rekomendasi maksimum (MRTD) yang rendah pada manusia. Berdasarkan uji toksisitas akut oral pada tikus, bahan tersebut dikategorikan tidak toksik dengan nilai Lowest Observed Adverse Effect Level (LOAEL) pada uji kronis sebesar 1023,29 mg/kg BB/hari. Selain itu, senyawa ini bersifat hepatotoksik namun tidak memicu reaksi sensitisasi pada kulit.

Downloads

Published

03-06-2026

How to Cite

Aey Fadilah, Y., Djamil, R., Chaidir, & Siswandono. (2026). Studi Molecular Docking, Prediksi Bioavailabilitas dan Toksisitas Senyawa Kimia dari Fibraurea tinctoria Lour sebagai Antidiabetes. JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA, 6(1), 86–94. https://doi.org/10.30867/jifs.v6i1.1265

Issue

Section

Original Research

Most read articles by the same author(s)