Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Sarang Semut (Hydnophytum formicarum) dari Kawasan Geotermal Jaboi terhadap Bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dan Escherichia Coli
DOI:
https://doi.org/10.30867/jifs.v6i1.1274Kata Kunci:
Hydnophytum formicarum, MRSA, Escherichia coli, antibakteri, ekstrak etanolAbstrak
Meningkatnya resistensi antimikroba mendorong eksplorasi sumber agen antimikroba baru dari tanaman obat. Tumbuhan yang tumbuh di lingkungan khusus, seperti daerah geotermal, berpotensi memiliki variasi kandungan fitokimia yang dapat meningkatkan aktivitas biologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol H. formicarum yang berasal dari kawan geotermal Jaboi terhadap bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dan Escherichia coli serta mengidentifikasi kandungan fitokimianya. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram (Kirby–Bauer) pada konsentrasi ekstrak 25%, 50%, dan 75%. Skrining fitokimia kualitatif menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, tanin, dan triterpenoid. Analisis dengan gas chromatography-mass spectroscopy (GC-MS) menunjukkan adanya resorsinol, 2-metilsiklopentanol, dan heksana-1,3,4-triol, 3,5-dimetil sebagai komponen utama. Ekstrak H. formicarum menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap MRSA dengan diameter zona hambat berkisar antara 9,0–12,0 mm. Namun, ekstrak tersebut tidak menunjukkan aktivitas penghambatan terhadap E. coli. Temuan ini menunjukkan adanya aktivitas antibakteri selektif H. formicarum terhadap bakteri Gram positif.










